Sabtu, 02 Februari 2008

Penghijauan hutan?

Hijau itu warna. Penghijauan itu turun dari kata: hijau -> menghijau(kan)-> penghijau -> penghijauan -> hijaun. Demikian juga kata gundul ->menggundul(kan) -> penggundul -> penggundulan -> gundulan.

Sebenarnya kata "penghijauan" itu sama dan sepadan dengan "reboisasi", yakni penanaman kembali hutan yang telah ditebang. Dengan kata lain, penghutanan kembali.

Penghijauan artinya proses atau cara supaya menjadi hijau. Maka "penghijauan hutan" artinya menghijaukan hutan. Berarti kita membuat hutan itu supaya menjadi hijau. Kalau kita melakukan "penghijauan hutan" itu seakan-akan kita mengoles-oles hutan dengan kuas (mengecat) dengan zat penghijau supaya hutan itu menjadi berwarna hijau.

Demikian juga kata gundul -> menggundul(i) -> penggundul ->penggundulan --> gundulan. Tetapi, KBBI tidak mengenal kata "penggundul"dan "gundulan". Jadi, apa itu penggundul dan gundulan Anda tebak sendiri sajalah.

Yang menjadi masalah dalam berita di bawah ini:

1. Mengapa Presiden SBY menyuruh masyarakat untuk menghijaukan hutan? Bukankah hutan itu sudah berwarna hijau. Mengapa pula dihijaukan? Jikalau kita menghijaukan hutan artinya kita melakukan pekerjaan yang sia-sia (tidak ada gunanya). Sama seperti kita menggarami laut yang sudah asin.

2. Mengapa Presiden SBY menyuruh masyarakat menanam pohon agar tidak terjadi penggundulan hutan? Kalau kita menebang pohon terlalu banyak, mengapa justru hutan itu yang menjadi gundul? Saya masih ingat kata guru di kampung bahwa yang gundul itu adalah bukit atau gunung atau lahan karena gersang. Sebab tidak ada pohon lagi yang tumbuh di situ.

Analogi: jika kita hendak mencukur rambut sampai habis semua, maka yang menjadi gundul itu adalah kepala, bukan rambut. Karena itu, kita tidak bisamengatakan "penggundulan rambut". Seharusnya penggundulan kepala sehingga kepala menajdi gundul.

Yang harus diingat: "barber shop" itu adalah toko/tempat tukang pangkas rambut. Bukan tukang pangkas kepala. Jadi supaya gundul maka rambut harus dipangkas, bukan kepala yang dipangkas atau dicukur. Supaya klimis, kumis dan jenggot sekalian dicukur juga. Bukan cukur bibir dan dagu.

Grup band musik The Rollies pada tahun 1970-an melantunkan lagu yang syairnya berbunyi: "mengapa/mengapa hutanku hilang/dan tak pernah tumbuhlagi". Jadi sebenarnya tanah atau gunung dan bukit itu menjadi gundul karena hutannya hilang dan tak pernah tumbuh lagi.

Setahu saya yang dimaksudkan dengan gundul itu selalu adalah kepala. Orang yang kepalanya gundul adalah orang yang rambutnya sudah rontok semua (mungkin) karena ketombe atau karena rambutnya sudah dicukur sampai habis.

Setakat ini orang lebih banyak berkata bahwa "kepala saya mau dicukur supaya gundul". Mosok kepala saya kok mau-maunya dicukur? Wartawan olahgara sering kali berkata "mencukur gundul" dan bukan mencukur rambut.

Bahasa olahraga model begini biasanya terbawa-bawa juga ketika orang berbicara dalam forum resmi. Maka terjadilah "penghijauan hutan" dan "penggundulanhutan" itu. Inilah yang disebut salah kaprah.

Karena itu, di belakang kata "penghijaun" tidak perlu lagi kita tambahkan kata "hutan" sehingga menjadi "penghijauan hutan". Demikian juga kita tidak perlu menambahkan kata "hutan" di belakang kata "penggundulan".

Pada teras berita di bawah ini, cukuplah kita mengatakan:

1. Presiden SBY mengimbau masyarakat untuk menggalakkan gerakan penghijauan agar tidak terjadi penggundulan (bukit).

2. Presiden SBY mengimbau masyarakat agar menanami lahan dan bukit yanggundul dengan menggalakkan gerakan penghijauan.

Jikalau kita menyimak berita di bawah ini maka ada tiga kemungkinan:

a/ Presiden SBY tidak (mungkin) keliru karena dia telah dinobatkan oleh Pusat Bahasa dan FBMM sebagai pejabat negara penutur bahasa Indonesia yang baik.

b/ Pewarta Kantor Berita Antara tidak (mungkin) benar.

c/ Saya mungkin juga sekali keliru.

Perhatikan berita ini:

PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO MINTA MASYARAKAT GERAKAN PENGHIJAUAN HUTAN

Cilegon, 27/12 (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memintamasyarakat agar menggerakan penghijauan hutan dengan menanam pohon ,sehingga tidak terjadi penggundulan hutan.

"Jika hutan sudah gundul maka akan membawa malapetaka bencana alam seperti banjir dan longsoran tanah," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saatmenghadiri simulasi "Tsunami Drill" di Kelurahan Gunung Sugih,KecamatanCiwandan,Kota Cilegon,Banten, Rabu.

Dia mengatakan, gerakan penghijauan salah satu upaya untuk mencegahkerusakaan hutan dan lahan. Sebab, kata dia, jika hutan gundul tentu akan menghancurkan ekosistem lingkungan juga membunuh masa depan anak-anak dancucu kita.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada elemen masyarakat beserta pemerintah daerah agar peduli untuk menanam pohon di lahan-lahan gundul agar terhindar dari kerusakan bumi itu.

Menurut dia, penghijauan juga bumi tidak menimbulkan panas dan dapatmelestarikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat banyak. Akan tetapi, sebaliknya jika hutan menjadi kritis akan berdampak terhadap kehidupan manusia. Karena itu, perlu adanya penghijauan hutan agar tidakmembawa sengsara bagi masyarakat.

"Saya minta gerakan penghijauan ini terus dilakukan sehingga tidakmenimbulkan bencana alam," katanya. Selain itu, lanjut Presiden, peragaan simulasi Tsunami Driil diharapkan masyarakat dapat menyelamatkan diri jika terjadi tsunami, sehingga perlu berlatih untuk mengetahui tanda-tanda bagaimana menghindari gelombang tsunami.

"Kita perlu adanya pelatihan semacam ini, bahkan simulasi tsunamidilaksanakan secara nasional,"kata Kepala Negara.

Desember 2007

Umbu Rey

3 komentar:

BIANCA UKRA mengatakan...

hebayyy hebattt :D

BIANCA UKRA mengatakan...


Penghijauan alam

Kerja online 2014 jobs


hebat gan

Green Warrior Indonesia mengatakan...

Setuju Gan, mari Menanam Pohon ! Sekarang semakin menarik karena ada program revolusioner, "MENANAM POHON SEKALIGUS MENDAPATKAN MANFAAT EKONOMOMI DALAM PENANAMAN DAN KAMPANYENYA"


Cari Tahu caranya di : http://www.greenwarriorindonesia.com