Selasa, 22 Januari 2008

Malaf versus Mualaf

Hari ini saya bertanya kepada rekan-rekan sekantor yang duduk di sekitar meja kerja saya. Apa arti kata "malaf". Tak seorang pun tahu, semuanya menggeleng tak mengerti. Yang mereka tahu adalah kata "mualaf" lantaran sering nyangkut di kuping.

"Malaf" itu sesungguhnya bukanlah "mualaf", karena kedua kata itu berbeda artinya meski (mungkin) datang atau terserap dari bahasa yang sama (Arab, atau mungkin Aram). Tetapi ketika menjadi bahasa Indonesia nasib kedua kata itu ibarat langit dan bumi meskipun sama-sama kata benda. "Mualaf" kini makin populer sebab ramai diucapkan orang hampir saban hari, tetapi "malaf" mungkin sudah mati.

Para artis dan seniman semisal Tamara Bleszynki atau penyair terkenal WS Rendra menjadi lebih tenar atau mungkin mentenarkan dirinya dengan kata "mualaf" ketika mereka beralih kepercayaan dan memeluk agama Islam. Maka seiring dengan itu, kata "mualaf" pun ikut menjadi semakin tenar juga.

Sebaliknya, orang tenar tersohor beragama lain kalau masuk agama Kristen tidak akan disebut "malaf" karena kata ini sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan iman atau ritual Kristen. Dia hanyalah benda mati yang tidak ada harganya lantaran biasanya berada di lokasi kumuh tempat binatang terutama kambing dan domba berteduh.

"Malaf" bernasib malang, dan karena itu tak pernah lagi diucapkan orang sejak entah kapan persisnya. Lenyaplah kata itu, tak ada yang mengetahui di mana rimbanya, dan sampai saat ini bahkan tak tercatat lagi dalam kamus modern. Mungkin sekali karena "malaf" bukan istilah yang manandai tingkah laku atau perbuatan orang seperti halnya "mualaf".

Kata "malaf" itu sudah saya dengar sejak masuk Sekolah Rakyat pada awal tahun 1960-an meski digunakan hanya di lingkungan terbatas (Gereja). Karena rindu pada "malaf' saya membolak-balik hampir semua kamus bahasa Indonesia zaman modern, tetapi tak tak satu pun mencatat kata itu.

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) hanya menyebut "mualaf" dan diberi arti (n) "orang yang baru masuk Islam". Tetapi, tidak ada kata "malaf" di situ. Untunglah, sebuah kamus Inggris-Indonesia masih rela mencatat kata "malaf".

Dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia terbitan PT Gramedia Jakarta, karangan John M. Echols dan Hassan Shadily, kata "malaf" terselip di halaman 372 pada baris lema "manger". Sayangnya, dalam kamus yang sejenis pada edisi Indonesia-Inggris kata "malaf' justru tercetak dalam arti yang keliru. Di situ tertera kata "malaf" yang diberi arti dalam bahasa Inggris "manager". Maka semakin kacaulah nasibnya arti kata "malaf" itu.

"Malaf" sebenarnya telah masuk dalam khazanah bahasa Indonesia lebih dahulu dari kata "mualaf", jauh sebelum Republik Indonesia ini terbentuk. Dia terserap ke dalam bahasa Indonesia ketika seniman Gereja Kristen Protestan menyadur sebuah lagu Natal yang aslinya berbahasa Jerman berjudul "Stille Nacht, Heilige Nacht." Lagu yang diciptakan oleh Joseph Mohr pada tahun 1818 itu dalam bahasa Melayu diberi judul "Malam Kudus, Sunyi Senyap". Lagu itu sejatinya dimulai dengan kata "malam" dan diakhiri dengan kata "malaf", seperti berikut:

Malam kudus, sunyi senyap
Siapa yang blum lelap
Ayah bunda yang tinggallah trus
Jaga anak yang mahakudus
Anak dalam malaf
Anak di dalam malaf

Mungkin karena orang tidak lagi mengerti artinya, kata "malaf" itu sering terpeleset menjadi "malam". Padahal, kata "malam" yang dimaksudkan dalam awal lagu itu berbeda artinya dari "malaf" pada akhir lagu. Maka, bait terakhir "anak dalam malaf" berubah menjadi "anak di dalam malam". Yesus memang benar dilahirkan pada malam hari, tetap Dia tidak pernah disebut anak dalam malam. Orang Kristen menyebut-Nya Anak Terang.

Pada setiap bulan Desember setiap tahun, di toko-toko kaset dan di rumah-rumah orang Kristen lagu Malam Kudus itu mulai terdengar atau diperdengarkan untuk menyambut Natal, hari kelahiran Yesus Kristus. Tetapi lagu itu sekarang sudah dinyanyikan dalam lirik yang berbeda-beda, tidak lagi seperti terjemahannya yang asli. Karena itu, anak-anak muda sekarang dan mungkin sampai seterusnya tidak lagi mengetahui arti kata "malaf".

"Malaf" itu sekarang telah lenyap ditelan zaman, dan bahasa Indonesia telah kehilangan sebuah kata. Dalam bahasa Indonesia masa kini, kata "malaf" telah diganti dengan kata yang berpadanan atau yang sama artinya dengan itu, yakni PALUNGAN. Menurut KBBI, palungan adalah bak yang terbuat dari kayu, tempat makanan dan minuman ternak domba, kerbau sapi, kuda dsb.

Alkitab berkata, "Seorang anak laki-laki telah lahir di sebuah kandang di kota Betlehem, Tanah Yudea. Ibunya membungkus bayi itu dengan kain lampin dan membaringkanNya di dalam palungan." Ayat ini tidak lagi menggunakan kalimat "...dan membaringkanNya di dalam "malaf".

November 2006

Umbu Rey

5 komentar:

Frangky Salur mengatakan...

makasih buat infonya... saya sedang membuat slide lagu 'Malam Kudus' buat acara Kebaktian Natal (di Manado lebih dikenal dengan Ibadah Pohon Terang). Saya bingung, antara mau ketik 'Malam', 'Malak', atau 'Malaf'.. Baru tahu kalo Malaf itu artinya Palungan.. Makasih banyak Ya... Tuhan Memberkati!!

shirley angelin mengatakan...

terima kasih untuk infonya, Anda menjawab penasaran saya selama ini, rasanya kurang puas kalau menyanyi tapi ga mengerti arti kata yang dinyanyikan meskipun hanya satu kata dari keseluruhan lagu, terima kasihhhh karena di kamus KBBI memang tidak tercantum, terima kasihhhhh......

Heri Kurniawan mengatakan...

Hehehe...makasih, Kak. Akhirnya rasa penasaran terjawab.
kalo 'Khalas' dari, "Jadi k'lak pohon khalas' masih ada di KBBI. Artinya: kha·las v berakhir; selesai.
Itu mungkin ngomongin salib yah?

Tryfosa mengatakan...

Terima kasih banyak untuk informasi saudara. Saya sedang menulis lagu malam kudus untuk kebaktian Natal di gereja kami, lalu saya ketemu kata 'malaf' ini dan saya pikir2, apa kata ini salah atau kata yang sudah kuno sekali. Jadi saya telefoon ibu saya di Jakarta/Indonesia utk menanyakan soal ini tapi ternyata beliaupun tidak tau.. (kami merasa tolol sekali deh, nyanyikan lagu ini berulang2 kali tapi tidak tau artinya)
Beribu2 terimakasih ya.. dan Tuhan Berkati saudara.

Jez mengatakan...

Terima kasih, kbtulan kmi sdang latian lagu malam kudus untk persiapan natal di gereja dan kebingungan dgn liriknya (malam/malaf)