Kamis, 11 Desember 2008

Kurban, korban, atau qurban?

Kadang-kadang saya bingung ketika menjelaskan perbedaan kata "kurban" dan "korban"? Waktu belajar di SD dulu, Pak Guru mengatakan tak ada bedanya kedua kata. Sama saja maknanya seperti kita menyebut "telur" dan "telor".

Mengapa kedua kata itu sama saja artinya, kata Pak Guru, karena fonem "u" dan "o" itu sedaerah artikulasi. Menurut saya, Pak Guru saya itu salah besar kalau alasannya begitu, sebab di dalam Gereja Katolik ada istilah "kurban misa" yang sekarang disebut misa "ekaristi" atau ibadat misa kudus dengan pembagian roti tak beragi. Tidak ada istilah "korban misa".

Di dalam Gereja Protestan tidak ada istilah "kurban misa". Acara ritual mingguan di dalam gereja atau di tempat-tempat tertentu biasanya disebut "kebaktian rohani". Acara yang serupa dengan "tablig akbar" dalam agama Islam, di dalam Gereja Protestan disebut "Kebaktian Kebangunan Rohani" disingkat KKR. Biasanya diadakan di tempat-tempat terbuka supaya dapat dihadiri banyak orang.

Istilah "korban" dalam Gereja Protestan mengandung pengertian" Anak Domba Allah yang mati untuk menebus dosa manusia". Maaf, saya tidak omong masalah agama, dan kalau saya keliru mohon dikoreksi.

Yang hendak saya bicarakan adalah kebingungan saya ketika rekan-rekan di tempat saya bekerja menanyakan perbedaan kedua kata itu sehubungan dengan hari raya Iduadha beberapa waktu yang lalu.

Kata "kurban" yang berhubungan dengan ritual agama Islam itu di mana-mana ditulis dengan huruf awal "q" sehingga menjadi "qurban", dan bukan "kurban" atau "qorban" apalagi "korban". Mungkin itu dimaksudkan untuk membedakan "kurban" dan "korban" meskipun makna kata itu toh sama saja.

Sayangnya, kata "qurban" itu dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) edisi ketiga tidak tercantum (tidak ada), lantaran kata itu memang tidak berterima. Saya menjelaskan kepada rekan sekantor bahwa "kurban" itu serupa dengan misa dalam Gereja Katolik atau sama dengan persembahan atau 'sacrifice' dalam bahasa Inggris, sedangkan "korban" adalah orang yang terkena musibah atau "victim" dalam bahasa Inggris.

Jadi, dalam hubungan dengan ritual agama Islam maka yang benar adalah "kurban" (sacrifice) dan bukan "korban". Ketika saya membuka KBBI, ternyata penjelasan saya keliru sama sekali.
Makna kata "korban" dan "kurban" itu sebenarnya sama saja, persis seperti kata Pak Guru saya di kampung, dan KBBI pun mendukung hal itu.

Ini buktinya:

kur·ban n 1 persembahan kpd Allah (spt biri-biri, sapi, unta yg disembelih pd hari Lebaran Haji): ia menyembelih kerbau untuk --; 2 pujaan atau persembahan kpd dewa-dewa: setahun sekali diadakan upacara mempersembahkan -- kpd Batara Brahma; -- misa Kat upacara mempersembahkan roti suci dan minuman anggur; ber·kur·ban v mempersembahkan kurban;

me·ngur·ban·kan v 1 mempersembahkan sesuatu sbg kurban: ada yg ~ lembu, ada pula yg ~ buah-buahan; 2 membuat (menyebabkan) orang lain menjadi kurban

kor·ban n 1 pemberian untuk menyatakan kebaktian, kesetiaan, dsb; kurban: jangankan harta, jiwa sekalipun kami berikan sbg --; 2 orang, binatang, dsb yg menjadi menderita (mati dsb) akibat suatu kejadian, perbuatan jahat, dsb: sepuluh orang -- tabrakan itu dirawat di rumah sakit Bogor;

ber·kor·ban v 1 menyatakan kebaktian, kesetiaan, dsb; menjadi korban; menderita (rugi dsb); 2 memberikan sesuatu sbg korban: kami rela ~ demi kejayaan nusa dan bangsa;

me·ngor·ban·kan v 1 memberikan sesuatu sbg pernyataan kebaktian, kesetiaan, dsb: dia bersedia ~ hartanya untuk perjuangan kemerdekaan bangsanya; 2 menjadikan sesuatu sbg korban; pe·ngor·ban·an n proses, cara, perbuatan mengorbankan.

Jadi apa bedanya "korban", "kurban" dan "qurban"? Supaya makna kata itu jangan dikelirukan dengan cara penulisannya, mengapa acara ritual agama itu tidak kita sebut saja dengan istilah "hari raya persembahan" dan bukan hari raya kurban, atau hari raya korban.

Dalam upacara ritual itu hewan kambing, domba, dan sapi mungkin dapat disebut korban telah disembelih, tetapi itu bagian dari upacara yang dimaksudkan juga untuk persembahan kita kepada Tuhan.

Umbu Rey